Jumat, 10 Februari 2012


7 KEAJAIBAN DUNIA

Email This BlogThis! Share to Facebook

7 KEAJAIBAN DUNIA

Salam Hikmah
Assalaamu'alaikum wa rah matullahi wa barakaatuh
Salam sejahtera untuk kita semua

Sahabat Hikmah...
Kadang kita begitu takjub dengan hasil kerja manusia, kerja kita sendiri ..
Sehingga kita begitu takjub dengan diri sendiri, ini tidak bijaksana.

Selayaknya kita juga perhatikan hasil ciptaan Allah SWT,
yang ada dalam diri kita sendiri ataupun yang terhampar di penjuru langit dan bumi.
Sehingga kita akan benar-benar takjub MELIHAT KEKUASAAN dan KEBESARAN-Nya..dan menjadikan diri ini TUNDUK dan PATUH pada-Nya.

Silahkan disimak kisah berikut ini:

Sekelompok siswa kelas geografi sedang mempelajari ‘Tujuh Keajaiban Dunia’.
Pada awal dari pelajaran, mereka diminta untuk membuat daftar apa yang mereka pikir merupakan ‘Tujuh Keajaiban Dunia’ saat ini.
Walaupun ada beberapa ketidak sesuaian, sebagian besar daftar berisi sbb :

1] Piramida
2] Taj Mahal
3] Tembok Besar Cina
4] Menara Pisa
5] Kuil Angkor
6] Menara Eiffel
7] Kuil Parthenon

Ketika mengumpulkan daftar pilihan, sang guru memperhatikan seorang pelajar, seorang gadis yang pendiam, yang belum mengumpulkan kertas kerjanya.
Jadi, sang guru bertanya kepadanya "Apakah dia mempunyai kesulitan dengan daftarnya?"
Gadis pendiam itu menjawab, ‘Ya, sedikit. Saya tidak bisa memilih karena sangat banyaknya.. ‘keajaiban itu’.. ".
Sang guru berkata,"Baik, katakan pada kami apa yang kamu miliki, dan mungkin kami bisa membantu memilihnya".
Gadis itu ragu sejenak, kemudian membaca, "Saya pikir, ‘Tujuh Keajaiban Dunia’ itu adalah :

1] Bisa melihat,
2] Bisa mendengar,
3] Bisa menyentuh,
4] Bisa menyayangi,
5] Bisa merasakan,
6] Bisa tertawa, dan
7] Bisa mencintai

Ruang kelas tersebut sunyi seketika.....
Alangkah mudahnya bagi kita untuk melihat pada HASIL KARYA MANUSIA dan menyebutnya ‘KEAJAIBAN’.
Sementara kita lihat lagi semua yang telah TUHAN KARUNIAKAN untuk kita, kita menyebutnya sebagai ‘BIASA’.

>>Semakin kita mempelajari AYAT-AYAT (tanda-tanda) Allah dalam FIRMAN-Nya (Ayat Qauliyah) dan juga AYAT-AYAT Allah yang terhampar UFUK LANGIT dan BUMI serta apa yang ada di dalam DIRI kita (Ayat Kauniyah), semakin menyadari begitu kecilnya kita dan begitu besarnya Allah Sang Pencipta.

Firman Allah:
"Kami akan memperlihatkan kepada mereka TANDA-TANDA (kekuasaan dan kebesaran) Kami di segenap ufuk (LANGIT dan BUMI) dan pada DIRI mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Qur'an itu adalah BENAR. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?" ( QS 41:53)

"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang BERAKAL (Ulul Albab),

Yaitu orang-orang yang MENGINGAT Allah sambil BERDIRI atau DUDUK atau dalam keadaan BERBARING dan mereka MEMIKIRKAN tentang penciptaan LANGIT dan BUMI (seraya berkata):

Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.

Ya Tuhan kami, sesungguhnya barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.

Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman (yaitu): "Berimanlah kamu kepada Tuhan-mu", maka kamipun beriman.

Ya Tuhan kami ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang berbakti.


Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji."
(QS 3:190-194)

Semoga kita semua termasuk Ulul Albab, yang selalu DZIKIR dan FIKIR atas semua AYAT_AYAT Allah, baik Ayat Qauliyah (Firman Allah) maupun Ayat Kauniyah (Ciptaan Allah)
BY OFA
Posted in: 7 KEAJAIBAN DUNIA

BAHAGIA KITA DALAM RIDHA-NYA
Email This BlogThis! Share to Facebook

BAHAGIA KITA DALAM RIDHA-NYA
Oleh Bulan Cahaya

DIA MERELAKAN DIRINYA DAN MERAIH RIDHA TUHAN-NYA
Jangan berputus asa , karena putus asa adalah keingkaran
Barangkali saja dalam waktu yang dekat
Allah akan memerikan kelapangan.

DIA MEMELIHARA ALLAH MAKA ALLAH BALAS MEMELIHARANYA
Tiada keaiban atas seseorang bila lenyap kesenangan darinya
Tetapi keaiban yang sebenarnya adalah
Bila lenyap kesabarannya yang baik

Kendalikan PIKIRAN anda ,
niscaya anda akan meraih KEBAHAGIAAN
SERAHKANLAH SEGALANYA kepada Tuhan-Mu
Kemudian tidurlah
Mudah-mudahan Allah menyembuhkan Segala rasa yang menyakitkan
Sesungguhnya DIA MAHA PEMURAH kepada Makhluk-Nya
Dan pasti akan memberikan karunia-Nya

Buta yang sesungguhnya hanyalah BUTA HATI
Masa itu tiada lain hanya kesulitan
Lalu kemudahan datang mengiringinya atau kesempitan
Lalu kegelapan datang sesudahnya

Sesungguhnya KECEMASAN JIWA lebih parah
pengaruhnya ketimbang penyakit fisik

Jangan anda memutuskan untuk MEMBALAS DENDAM
Karena KORBAN PERTAMANYA adalah anda sendiri
Sesungguhnya Tuhan telah MELINDUNGIMU
Terhadap bahaya yang telah terjadi pada hari kemaren
Dia pulalah yang akan MELINDUNGIMU terhadap
Bahaya yang akan terjadi esok hari

Sekarang sudah saatnya bagi anda
untuk mengahadapi hari esok TANPA KECEMASAN
Guna menghadapi apa yang akan terjadi esok hari

Dunia kekafiran menderita kesengsaraan
Sekiranya KEKEKALAN itu boleh
Tentulah aku dapat kekal sendiri
Tetapi TIADA KEKEKALAN dalam dunia ini

Kita tidak mampu MENGUBAH masa lalu
Dan tidak pula MERANCANG masa depan
Dengan gambaran yag sesuai kehendak kita
Untuk itu tidak ada gunanya...
Membinasakan diri dalam KEKECEWAAN
Karena sesuatu yang tidak mampu kita ubah

PUASLAH dengan pilihan Allah untuk anda.
Jangan sekali-kali anda BERBURUK SANGKA terhadap Tuhanmu,
karena sesungguhnya Allah lebih utama untuk DISYUKURI karunia-Nya

Jangan anada MENYESALI dunia
Sungguh mengherankan...
Mengapa Tuhan didurhakai atau...
mengapa ada orang yang masih mengingkari-Nya?

NIKMATNYA KEINDAHAN terletak pada
pembawaan Ciptaan Tuhan yang memiliki keagungan
BIARKANLAH hari-hari berbuat sekehendaknya
Dan RIDHALAH bila takdir Allah memutuskan ketetapannya

Jangan tujukan PANDANGAN anda ke sisi -sisi BURUK kehidupan ini
tetapi tujukanlah kepada sisinya yang INDAH
Posted in: BAHAGIA KITA DALAM RIDHA-NYA
Tolak ukur sebuah keimanan

Email This BlogThis! Share to Facebook

Tolak ukur sebuah keimanan

Ingatlah...!!!
Jangan melakukan MAKSIAT secara TERANG-TERANGAN
Jangan merasa BANGGA dengan perbuatan DOSA
Jangan MENOLAK NASEHAT
Jangan melakukan DOSA dengan TERTAWA
Sehingga....
Anda akan MENANGIS di dalam NERAKA nantinya

Ingatlah...!!!
Tinggalkan segala kemaksiatan,
Orang-orang yang gemar berbuat maksiat,
Tempat maksiat,
Dan segala yang mengingatkanmu kepada kemaksiatan

Ingat dan ketahuilah...
Ketika seseorang melakukan perbuatan dosa
Sedetik saja,
Dia akan nampak RENDAH DALAM PANDANGAN ALLAH SWT
Dan jatuh dihadapan Allah SWT
Kemudian dia akan DIJATUHKAN KE DALAM

Akan tetapi,
Karena sifat dan kemuliaan Allah SWT
Jika dia BERTOBAT,
Allah akan tetap MENJAGA,
MENYELAMATKAN,
MEMBEBASKAN,
Dan MENUNJUKKAN JALAN kebenaran kepadanya.

Maka sadarlah...
Sebelum IBLIS mengibarkan BENDERA KEMENANGAN
Diatas kepala kita.
HINAKANLAH.... sebelum DIA MENGUASAI kita
RENDAHKANLAH... sebelum DIA MEMBANGGAKAN DIRI
TENDANGLAH DIA dari tempat yang tinggi
Sampai kejurang yang curam
Semua dapat dilakukan....
Jika mereka bersedia untuk BERTOBAT

Anda mempunyai batas waktu ENAM JAM....
Rasulullah SAW bersabda :
"SHAHIBUL SYIMAAL (MALAIKAT ATID) AKAN MENGANGKAT PENANYA (MENUNGGU) SELAMA 6 JAM , KETIKA SEORANG HAMBA MUSLIM MELAKUKAN KESALAHAN, JIKA DIA MENYESAL DAN MEMBACA ISTIGHFAR ATAS DOA NYA , MAKA MALAIKAT MENGGUGURKAN . JIKA TIDAK DEMIKIAN MAKA AKAN DITULIS SEBAGAI SATU KESALAHAN (Ibid , hadits Hasan , no 2097)
Posted in: Tolak ukur sebuah keimanan
Hikmah berdiam diri

Email This BlogThis! Share to Facebook

Dalam upaya mendewasakan diri kita, salah satu langkah awal yang
harus kita pelajari adalah bagaimana menjadi pribadi yang berkemampuan dalam
menjaga juga memelihara lisan dengan baik dan benar. Sebagaimana yang disabdakan
Rasulullah saw, "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah
berkata benar atau diam.", hadits diriwayatkan oleh Bukhari.

1.
Jenis-jenis Diam
Sesungguhnya diam itu sangat bermacam-macam penyebab dan
dampaknya. Ada yang dengan diam jadi emas, tapi ada pula dengan diam malah
menjadi masalah. Semuanya bergantung kepada niat, cara, situasi, juga kondisi
pada diri dan lingkungannya. Berikut ini bisa kita lihat jenis-jenis
diam:

a. Diam Bodoh
Yaitu diam karena memang tidak tahu apa
yang harus dikatakan. Hal ini bisa karena kekurangan ilmu pengetahuan dan
ketidakmengertiannya, atau kelemahan pemahaman dan alasan ketidakmampuan
lainnya. Namun diam ini jauh lebih baik dan aman daripada memaksakan diri bicara
sok tahu.

b. Diam Malas
Diam jenis merupakan keburukan, karena
diam pada saat orang memerlukan perkataannya, dia enggan berbicara karena merasa
sedang tidak mood, tidak berselera atau malas.

c. Diam
Sombong
Ini pun termasuk diam negatif karena dia bersikap diam
berdasarkan anggapan bahwa orang yang diajak bicara tidak selevel
dengannya.

d. Diam Khianat
Ini diamnya orang jahat karena dia
diam untuk mencelakakan orang lain. Diam pada saat dibutuhkan kesaksian yang
menyelamatkan adalah diam yang keji.

e. Diam Marah
Diam seperti
ini ada baiknya dan adapula buruknya, baiknya adalah jauh lebih terpelihara dari
perkataan keji yang akan lebih memperkeruh suasana. Namun, buruknya adalah dia
berniat bukan untuk mencari solusi tapi untuk memperlihatkan kemurkaannya,
sehingga boleh jadi diamnya ini juga menambah masalah.

f. Diam Utama
(Diam Aktif)
Yang dimaksud diam keutamaan adalah bersikap diam hasil dari
pemikiran dan perenungan niat yang membuahkan keyakinan bahwa dengan bersikap
menahan diri (diam) maka akan menjadi maslahat lebih besardibanding dengan
berbicara.


2. Keutamaan Diam Aktif

a. Hemat
Masalah
Dengan memilih diam aktif, kita akan menghemat kata-kata yang
berpeluang menimbulkan masalah.

b. Hemat dari Dosa
Dengan diam
aktif maka peluang tergelincir kata menjadi dosapun menipis, terhindar dari
kesalahan kata yang menimbulkan kemurkaan Allah.

c. Hati Selalu
Terjaga dan Tenang
Dengan diam aktif berarti hati akan terjaga dari riya,
ujub, takabbur atau aneka penyakit hati lainnya yang akan mengeraskan dan
mematikan hati kita.

d. Lebih Bijak
Dengan diam aktif berarti
kita menjadi pesdengar dan pemerhati yang baik, diharapkan dalam menghadapi
sesuatu persoalan, pemahamannya jauh lebih mendaam sehingga pengambilan
keputusan pun jauh lebih bijak dan arif.

e. Hikmah Akan
Muncul
Yang tak kalah pentingnya, orang yang mampu menahan diri dengan
diam aktif adalah bercahayanya qolbu, memberikan ide dan gagasan yang cemerlang,
hikmah tuntunan dari Allah swtakan menyelimuti hati, lisan, serta sikap dan
perilakunya.

f. Lebih Berwibawa
Tanpa disadari, sikap dan
penampilan orang yang diam aktif akan menimbulkan wibawa tersendiri. Orang akan
menjadi lebih segan untuk mempermainkan atau meremehkan.

Selain itu, diam
aktif merupakan upaya menahan diri dari beberapa hal, seperti:
1. Diam dari
perkataan dusta
2. Diamdari perkataan sia-sia
3. Diam dari komentar
spontan dan celetukan
4. Diam dari kata yang berlebihan
5. Diam dari
keluh kesah
6. Diam dari niat riya dan ujub
7. Diam dari kata yang
menyakiti
8. Diam dari sok tahu dan sok pintar

Mudah-mudahan kita
menjadi terbiasa berkata benar atau diam. Semoga pula Allah ridha hingga akhir
hayat nanti, saat ajal menjemput, lisan ini diperkenankan untuk mengantar
kepergian ruh kita dengan sebaik-baik perkataan yaitu kalimat tauhiid "laa ilaha
illallah" puncak perkataan yang menghantarkan ke surga. Aamiin.

Posted in: hikmah berdiam diri
Mahabesar allah

Email This BlogThis! Share to Facebook

ALLAH MAHA BESAR

Salam Hikmah...
Assalaamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh
Salam sejahtera untuk kita semua

Sahabat Hikmah...
Untuk bisa memahami ALLAH MAHA BESAR,
Tidak pun bisa kita memahami KEBESARAN DZAT-Nya
akan tetapi kita bisa memahami KEBESARAN CIPTAANNYA

Manusia di LINGKUNGANNYA dia bagai PENGUASA
Tapi begitu dia TERBANG naik pesawat terbang, RUMAH kitapun TAK TERLIHAT
Dan begitu naik pesawat LUAR ANGKASA, BUMI hanya sebesar BOLA
Begitu dibandingkan dengan MATAHARI, hanya sebesar BATU KECIL.

Matahari dibandingkan dengan galaksi BIMA SAKTI hanya seperti SEBUTIR PASIR di lautan
Dan galaksi BIMA SAKTI pun hanya satu dari ribuan galaksi
Dan masih banyak bintang yang tidak terdeteksi oleh teknologi kita
Belum ada yang tahu BATAS LANGIT samapai dimana..

Garis tengah Galaksi BIMA SAKTI = 150.000 Tahun cahaya
Dngan KECEPATAN CAHAYA, pesawat akan sampai di ujung galaksi setelah 150.000 tahun
Padahal sejak Nabi Isa lahirpun baru 2009 tahun
Dengan PESAWAT KECEPATAN CAHAYA berangkat waktu Nabi Isa lahir, akan sampai di ujung GALAKSI BIMA SAKTI nanti masih menunggu 147.991 tahun lagi.

Subhanallah....begitu besarnya ciptaanmu ya Allah
ALLAHU AKBAR.....ALLAH MAHA BESAR
Masihkah kita berani MENYOMBONGKAN DIRI?
Posted in: Mahabesar allah

Hikmah berwudhu bagi seorang muslim

Email This BlogThis! Share to Facebook


Bismislahirahmanirahin


sahabat hikmah
bagi umat muslim berwudhu itu adalah sbuah kebiasaan rutin sebelum shalat,
tetapi, sebenarnya berwudhu bukan hanya ritualisme sebelum shalat.
allah tidak akan membuat sebuah kewajiban jika tidak banyak manfaat dan hikmahnya bagi umat muslim
allah akan melindungi hamba yang menjaga wudhunya dari godaan iblis
masya allah...
inilah sesungguhnya nikmat dan hikmah berwudhu
dan ini sebagai tambahan dari hikmah berwudhu


yang dapat kita peroleh dari wudhu seperti yang diuraikan Imam Al-Ghazali
dalam bukunya "Ihya Ulumuddin".Mudah-mudahan Allah swt selalu
mencucurkan rahmat-Nya.Banyak di antara kita yang tidak sadar akan
hakikat bahwa setiap yang dituntut dalam Islam mempunyai hikmahnya yang
tersendiri.

1. Ketika hendak dan sedang berkumur, berniatlah dengan, "Ya Allah
ampunilah dosa mulut dan lidahku ini "Penjelasan : Kita hari-hari
bercakap benda-benda yang tak Berfaedah.

2. Ketika sedang membasuh muka,
berniatlah kamu dengan, "Ya Allah, putihkanlah mukaku di akhirat kelak,
Janganlah Kau hitamkan muka ku ini".Penjelasan : Ahli syurga mukanya
putih berseri-seri.

3. Ketika sedang membasuh tangan kanan, berniatlah
kamu dengan, "Ya Allah, berikanlah hisab-hisab ku di tangan kanan ku
ini"Penjelas an: Ahli syurga diberikan hisab-hisabnya di tangan
kanan

4. Ketika sedang membasuh tangan kiri, berniatlah kamu dengan, "Ya
Allah, janganlah Kau berikan hisab-hisabku di tangan kiriku
ini".Penjelasan : Ahli neraka diberikan hisab-hisabnya di tangan
kiri

5. Ketika membasuh kepala, berniatlah kamu dengan,"Ya Allah,
lindungilah daku dari terik matahari di padang Masyar dengan
ArasyMu"Penjelasan : Panas di Padang Masyar macam matahari sejengkal
di atas kepala.

6. Ketika sedang membasuh telinga, berniatlah kamu
dengan,"Ya Allah,ampunilah dosa telinga ku ini"Penjelasan : Hari-hari
mendengar orang mengumpat, memfitnah, mendengar lagu2 berunsur
maksiat.

7. Ketika membasuh kaki kanan, berniatlah kamu dengan."Ya
Allah, permudahkan-lah aku melintasi titian Siratul Mustaqqim".Penjelasan : Ahli syurga melintasi titian dengan pantas sekali.

8.Ketika membasuh kaki kiri, berniatlah kamu Dengan,"YaAllah, bawakanlah
daku pergi ke masjid-masjid, surau-surau dan bukan tempat-tempat
maksiat"Penjelasan : Qada' dan Qadar kita di tangan
Allah.Pernah kita terfikir mengapa kita mengambil wudhu sedemikian
rupa?Pernah kita terfikir segala hikmah yang kita peroleh dalam
menghayati Islam?Pernah kita terfikir mengapa Allah lahirkan kita
sebagai umat Islam?Bersyukurlah dan bertaubat selalu.
Posted in: Hikmah berwudhu bagi seorang muslim
ilmu hidup dalam al-quran

Email This BlogThis! Share to Facebook

Bismillahirrahmaanirahiim

Dengan kerendahan hati mari kita simak pesan-pesan Al-qur'an tentang tujuan hidup yang sebenarnya

Nasehat ini untuk semuanya
Untuk mereka yang sudah memiliki arah
Untuk mereka yang belum memiliki arah
dan untuk mereka yang tidak memiliki arah.
nasehat ini untuk semuanya.
Semua yang menginginkan kebaikan.

Nikah itu ibadah.
Nikah itu suci.ingat itu
Memang nikah itu bisa karena harta, bisa karena
kecantikan, bisa karena keturunan dan bisa karena agama.
Jangan engkau jadikan harta, keturunan maupun kecantikan sebagai alasan.
karena semua itu akan menyebabkan celaka.
Jadikan agama sebagai alasan.Engkau akan mendapatkan kebahagiaan.

Tidak dipungkiri bahwa keluarga terbentuk karena cinta.
Namun.jika cinta engkau jadikan sbg landasan,
maka keluargamu akan rapuh, akan mudah hancur.
Jadikanlah " ALLAH " sebagai landasan.
Niscaya engkau akan selamat, Tidak saja dunia, tapi juga akherat
Jadikanlah ridho Allah sebagai tujuan.
Niscaya mawaddah, sakinah dan rahmah akan tercapai.

Jangan engkau menginginkan menjadi raja dalam "istanamu"..
disambut istri ketika datang dan dilayani segala kebutuhan.
Jika ini kau lakukan "istanamu" tidak akan langgeng..

Lihatlah manusia ter-agung Muhammad saw.
tidak marah ketika harus tidur di depan pintu, beralaskan
sorban, karena sang istri tercinta tdk mendengar kedatangannya.

Tetap tersenyum meski tidak mendapatkan makanan
tersaji dihadapannya ketika lapar.
Menjahit bajunya yang robek.

Jangan engkau menginginkan menjadi ratu dalam "istanamu"
Disayang, dimanja dan dilayani suami.
Terpenuhi apa yang menjadi keinginanmu.
Jika itu engkau lakukan, "istanamu" akan menjadi neraka bagimu

Jangan engkau terlalu cinta kepada istrimu.
Jangan engkau terlalu menuruti istrimu.
Jika itu engkau lakukan akan celaka.
Engkau tidak akan dapat melihat yang hitam dan yang putih,
tidak akan dapat melihat yang benar dan yang salah.
Lihatlah bagaimana Allah menegur " Nabi "-mu
tatakala mengharamkan apa yang Allah halalkan hanya karena
menuruti kemauan sang istri.

Tegaslah terhadap istrimu.
Dengan cintamu, ajaklah dia taat kepada Allah.
Jangan biarkan dia dengan kehendaknya.
Lihatlah bagaimana istri Nuh dan Luth.
Di bawah bimbingan manusia pilihan, justru mereka menjadi penentang.
Istrimu bisa menjadi musuhmu.

Didiklah istrimu...
Jadikanlah dia sebagai Hajar, wanita utama yang loyal terhadap tugas suami, Ibrahim.
Jadikan dia sebagai Maryam, wanita utama yang bisa menjaga kehormatannya.
Jadikan dia sebagaiKhadijah, wanita utama yang bisa mendampingi sang
suami Muhammad saw menerima tugas risalah.

Istrimu adalah tanggung jawabmu.
Jangan kau larang mereka taat kepada Allah.
Biarkan mereka menjadi wanita shalilah.
Biarkan mereka menjadi hajar atau Maryam.
Jangan kau belenggu mereka dengan egomu.

Jika engkau menjadi istri...
Jangan engkau paksa suamimu menurutimu.
Jangan engkau paksa suamimu melanggar Allah.
Siapkan dirimu untuk menjadi Hajar, yang setia terhadap tugas suami.
Siapkan dirimu untuk menjadi Maryam, yang bisa menjaga kehormatannya.
Siapkan dirimu untuk menjadi Khadijah, yang bisa yang bisa mendampingi suami menjalankan misi.

Jangan kau usik suamimu dengan rengekanmu.
Jangan kau usik suamimu dengan tangismu.
Jika itu kau lakukan.Kecintaannya terhadapmu akan
memaksanya menjadi pendurhaka.jangan.

Jika engkau menjadi Bapak.
Jadilah bapak yang bijak seperti Lukmanul Hakim
Jadilah bapak yang tegas seperti Ibrahim
Jadilah bapak yang kasih seperti Muhammad saw
Ajaklah anak-anakmu mengenal Allah.
Ajaklah mereka taat kepada Allah.
Jadikan dia sebagai Yusuf yang berbakti.
Jadikan dia sebagai Ismail yang taat.
Jangan engkau jadikan mereka sebagai sebagai Kan'an yang durhaka.

Mohonlah kepada Allah.
Mintalah kepada Allah, agar mereka menjadi anak yang shalih
Anak yang bisa membawa kebahagiaan.

Jika engkau menjadi ibu
Jadilah engkau ibu yang bijak, ibu yang teduh
Bimbinglah anak-anakmu dengan air susumu
Jadikanlah mereka mujahid
Jadikanlah mereka tentara-tentara Allah.
amin....
(from sahabat terbaik)
Posted in: ilmu hidup dalam al-quran


Duhai ayah
Email This BlogThis!Share to Facebook

Seorang anak gadis yang baru ditinggalkan mati ayahnya menangis sedih di makam sang ayah. Diantara isak tangisnya, terdengar lirihannya :

* "Wahai ayahku, engkau telah KUKAFANI dengan sebungkus kafan, tetapi masihkan engkau mengenakan kafan itu besok? Aku telah meletakkan tubuhmu yang segar bugar dalam kubur, masih bugarkah engkau atau sudah mulai digerogoti cacing?

* Ayahku , orang-orang alim mengatakan bahwa semua hamba besok akan DITANYA tentang imannya. Diantara mereka ada yang bisa menjawab , tetapi ada yang cuma membisu. Adakah ayah nanti bisa menjawab, atau hanya membisu?

*Ayahku, orang alim berkata, bahwa kuburan itu bisa dibuat LUAS atau SEMPIT. Bagaimanakah kuburan ayah , bertambah luaskah atau menyempit?

* Ayahku , orang alim pun berkata, bahwa KAIN KAFAN orang yang meninggal ada yang diganti dengan kain kafan surga dan ada pula yang diganti dari neraka. Kain kafan yang mana yang ayah gunakan sekarang?

* Ayahku, orang alim berkata, bahwa KUBURAN itu merupakan secuil taman dari taman di surga, tapi bisa juga merupakan sebuah lubang dari lubang neraka. Yang kupikirkan , bagaimana kuburan ayah sekarang? Taman surgakah atau lubang neraka?

* Ayahku , orang alim berkata bahwa LIANG KUBUR bisa menghangati mayat dengan memeluknya seperti pelukan ibu kepada anaknya, tetapi bisa juga merupakan lilitan erat yang meremukkan tulang-tulang si mayat. Bagaimana keadaan tubuh ayah sekarang, pelukan manakah yang ayah rasakan?

* Ayahku, orang alim berkata , orang yang dikebumikan itu ada yang MENYESAL mengapa dulu semasa hidupnya tidak memperbanyak amalan bagus , tetapi malahan mengumbar maksiat. Yang kutanyakan pada ayah, apakah ayah termasuk yang menyesal karena perbuatan maksiat , ataukah yang menyesal karena sedikit melakukan amal kebagusan?

* Ayahku , dahulu setiap aku MEMANGGILMU tentu engkau menjawab, tetapi kini engkau kupanggil-panggil tak lagi mau menjawab. Engkau kini telah berpisah denganku dan tak bertemu lagi sampai hari kiamat, Semoga Allah tidak menghalangi perjumpaanku denganmu"

Seandainya pertanyaan ini yang mengajukannya adalahANAK KITA yang kita cintai , yaitu pada hari kita mati dan baru dikubur, bagaimana perasaan kita?...
Mampukah kita menjawabnya?...

Posted in: duhai ayah

Nur Ilahi

Email This BlogThis!Share to Facebook

CAHAYA ALLAH


Kebahagiaan, keikhlasan dan pertolongan
Semuanya adalah kutipan dari Cahaya Allah
Yang diberikan dalam hati setiap mukmin, semuanya berasal dari Allah .
Adapun kesedihan, kebencian dan dosa , semuanya terjadi karena kerasnya hati dan jauhnya diri kita dari Allah.

Mengapa kita menjauh dari Cahaya Allah?
Mengapa kita lupa dan lalai?
Mengapa hati kita begitu keras?

Jawabannya adalah :

1. Rasulullah bersabda;
“HATI DINAMAKAN DENGAN HATI ITU , KARENA SERINGNYA MEMBOLAK-BALIK (TIDAK TETAP PENDIRIANNYA) OLEH TERPAAN ANGIN, SEHINGGA TERLIHAT BAGIAN LUAR DAN DALAMNYA SECARA BERGANTIAN ( HR Ahmad, Musnad Ahmad Hadis ; 18830)

2. Terkadang orang mempunyai PENGHALANG yang dapat menghalangi mata, telinga dan hatinya, sehingga tertutup dari cahaya Allah.
Akhirnya dia semakin jauh dari Allah, lupa dan melakukan dosa
Seperti seorang yang menjadikan berbagai nyanyian sebagai teman hidup yang tidak bisa dipisahkan.
Atau mempunyai sahabat yang justeru menjauhkan dia dari Allah,
Atau seperti orang yang tidak memiliki angan-angan selain menceritakan keburukan orang lain (ghibah)
Atau orang yang telah tertutup hatinya, kecuali dengan hal-hal yang menyesatkan
Dan mencintai hal-hal seperti menyibukkan diri dengan berbagai situs tak layak (seperti film-film porno dsb).

“ SEKALI-KALI TIDAK (DEMIKIAN ). SEBENARNYA APA YANG SELALU MEREKA USAHANKAN ITU TELAH MENUTUPI HATI MEREKA. SEKALI-KALI TIDAK , SESUNGGUHNYA MEREKA PADA HARI ITU (HARI KIAMAT NANTI) BENAR-BENAR TERHALANG DARI (MELIHAT) RABB MEREKA ( Qs Al-Muthaffifiin :14-15)

3. Lalai akan pentingnya MAKANAN bagi hati.
Hati membutuhkan makanan yang dapat menjadikannya kuat sebagaimana makanan yang dibutuhkan oleh lambung.
Ruh makanan bagi hati adalah ibadah.
Dan hal terpenting adalah Shalat.
Shalat adalah penggerak hidayah.
Shalat menjauhkan diri dari pekerjaan keji dan mungkar,
menyebabkan kita mendapatkan kebaikan.
Barangsiapa yang meninggalkannya dengan alasan apapun , niscaya hatinya akan diliputi kesedihan.

“DAN BARANGSIAPA BERPALING DARI PERINGATAN-KU , MAKA SESUNGGUHNYA BAGINYA PENGHIDUPAN YANG SEMPIT; DAN KAMI AKAN MENGHIMPUNKANNYA PADA HARI KIAMAT NANTI DALAM KEADAAN BUTA" (Qs Thaahaa ; 124)

Kehidupan yang sempit itu artinya kesedihan dan kekecewaan bagi setiap orang yang jauh dari Allah.

4.Lupa akan satu HARI saat wajah seseorang cerah bercahaya, ataupun sebaliknya menjadi muram hitam legam yaitu saat HARI KIAMAT.
Orang yang lupa akan akhiratnya tidak akan berbuat apapun untuk menghadapinya, dan yang pasti, hatinya akan lupa dan semakin menjauh dari Allah.

5.Lupa dari KEKUASAAN Allah :
“ DAN MEREKA TIDAK MENGAGUNGKAN ALLAH DENGAN PENGAGUNGAN YANG SEMESTINYA, PADAHAL BUMI DAN SELURUHNYA DALAM GENGGAMAN –NYA PADA HARI KIAMAT NANTI DAN LANGIT DIGULUNG DENGAN TANGAN KANAN-NYA. MAHA SUCI ALLAH DAN MAHA TINGGI DIA DARI APA YANG MEREKA PERSEKUTUKAN” (Qa Az-zumar ; 67)

Allah mempunyai sifat Al-'Alim yang berarti maha mengetahui.
Dia mengetahui apapun yang anda lakukan.
Dia juga Maha Melihat (Al-Bashir); Dia melihat anda dalam keadaan anda sedang taat atau maksiat.
Dia juga Maha Kuasa (Al-Qadir); Dia bisa mengambil seluruh nikmat hidup anda secara tiba-tiba.
Sebaliknya , dia juga berkuasa memberikan petunjuk kepada Anda secara tiba-tiba juga.

Karena itu anda memiliki perasaan bahwa Allah selalu bersama anda dalam setiap langkah dan keadaan.

Hasan Al-Basri berkata :
“MALULAH, KARENA ALLAH MELIHAT DAN MENGETAHUI SEGALA KEADAAN ANDA, TERLEBIH KETIKA ENGKAU SEDANG MELAKUKAN HAL-HAL YANG DILARANG”

Allah berfirman:
"Hai orang-orang yang beriman (kepada para rasul), BERTAQWALAH kepada Allah dan BERIMANLAH kepada Rasul-Nya, niscaya Allah memberikan RAHMAT (KASIH SAYANG)-Nya kepadamu dua bagian, dan menjadikan untukmu CAHAYA yang dengan cahaya itu kamu dapat berjalan dengannya dan Dia MENGAMPUNI kamu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS AL-HADID:28)

Posted in: Nur Ilahi
Istriku jangan kau menangis

Istriku ....
manusia adalah mahluk yang diberi akal
mahluk yang senantiasa herus elalu berusaha
mahluk yang harus selalu mempertahankan hidup
mahluk yang banyak mempunyai kekurangan
bahluk yang dihinggapi banyak keinginan
bahluk yang diwajibkan untuk beribadah

istriku .....
kesabaranmu adalah sebuah anugerah
keabaranmu merupakn kunci kebahagiaan
kesabaranmu adalah kekuatan untuk terus berusaha

istriku
tangisanmu adalah bukti bahwa kita masih lemah
tangisanmu adalah cerminan bahwa engkau perempuan
tangisanmu adalah motivasi untuk memperbaiki diri

jangan engkau menyerah hanya karena masalah dunia
jangan kau terpana dengan hebatnya godaan saitan
akan tetapi selalu lah kita bermunajat dan meminta pertolongan
pad sang pencipta ALLAH SWT

Istriku ....
jangan kau salah artikan kekuranganmu adalah kutukan
bersyukurlah setiap saat
beryukurlah, biarkanlah Allah menambah nikmat Kita
Insya Allah .....
Posted in: Istriku jangan kau menangis,Puisi Untuk Istri Tercinta
Mengapa Kita Harus Berdakwah?

[1] Dakwah merupakan jalan hidup Rasul dan pengikutnya

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Katakanlah, Inilah jalanku; aku menyeru kepada Allah di atas landasan ilmu yang nyata, inilah jalanku dan orang-orang yang mengikutiku…” (Qs. Yusuf: 108)


Berdasarkan ayat yang mulia ini Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah mengambil sebuah pelajaran yang amat berharga, yaitu: Dakwah ila Allah (mengajak manusia untuk mentauhidkan Allah) merupakan jalan orang yang mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana yang beliau tuliskan di dalam Kitab Tauhid bab Ad-Du’a ila syahadati an la ilaha illallah (Ibthal At-Tandid, hal. 44).

[2] Dakwah merupakan karakter orang-orang yang muflih (beruntung)

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Hendaknya ada di antara kalian segolongan orang yang mendakwahkan kepada kebaikan, memerintahkan yang ma’ruf, melarang yang mungkar. Mereka itulah sebenarnya orang-orang yang beruntung.” (Qs. Ali-’Imran: 104)

Ibnu Katsir rahimahullah menyebutkan riwayat dari Abu Ja’far Al-Baqir setelah membaca ayat “Hendaknya ada di antara kalian segolongan orang yang mendakwahkan kepada kebaikan” maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Yang dimaksud kebaikan itu adalah mengikuti Al-Qur’an dan Sunnah-ku.” (HR. Ibnu Mardawaih) (Tafsir Al-Qur’an Al-’Azhim, jilid 2 hal. 66)

Dari Hudzaifah bin Al-Yaman radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya! Benar-benar kalian harus memerintahkan yang ma’ruf dan melarang dari yang mungkar, atau Allah akan mengirimkan untuk kalian hukuman dari sisi-Nya kemudian kalian pun berdoa kepada-Nya namun permohonan kalian tak lagi dikabulkan.” (HR. Ahmad, dinilai hasan Al-Albani dalam Sahih Al-Jami’ hadits no. 7070. Lihat Tafsir Al-Qur’an Al-’Azhim, jilid 2 hal. 66)

[3] Dakwah merupakan ciri umat yang terbaik

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Kalian adalah umat terbaik yang dikeluarkan bagi umat manusia, kalian perintahkan yang ma’ruf dan kalian larang yang mungkar, dan kalian pun beriman kepada Allah…” (Qs. Ali-’Imran: 110)

Ibnu Katsir mengatakan, “Pendapat yang benar, ayat ini umum mencakup segenap umat (Islam) di setiap jaman sesuai dengan kedudukan dan kondisi mereka masing-masing. Sedangkan kurun terbaik di antara mereka semua adalah masa diutusnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian generasi sesudahnya, lantas generasi yang berikutnya.” (Tafsir Al-Qur’an Al-’Azhim, jilid 2 hal. 68)

[4] Dakwah merupakan sikap hidup orang yang beriman

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Orang-orang yang beriman lelaki dan perempuan, sebahagian mereka adalah penolong bagi sebagian yang lain. Mereka memerintahkan yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar,…” (Qs. At-Taubah: 71)

Inilah sikap hidup orang yang beriman, berseberangan dengan sikap hidup orang-orang munafiq yang justru memerintahkan yang mungkar dan melarang dari yang ma’ruf. Allah ta’ala menceritakan hal ini dalam firman-Nya (yang artinya), “Orang-orang munafiq lelaki dan perempuan, sebahagian mereka merupakan penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka memerintahkan yang mungkar dan melarang yang ma’ruf…” (Qs. At-Taubah: 67)

[5] Meninggalkan dakwah akan membawa petaka

Allah ta’ala berfirman tentang kedurhakaan orang-orang kafir Bani Isra’il (yang artinya), “Telah dilaknati orang-orang kafir dari kalangan Bani Isra’il melalui lisan Dawud dan Isa putra Maryam. Hal itu dikarenakan kemaksiatan mereka dan perbuatan mereka yang selalu melampaui batas. Mereka tidak melarang kemungkaran yang dilakukan oleh sebagian di antara mereka, amat buruk perbuatan yang mereka lakukan itu.” (Qs. Al-Ma’idah: 78-79)

Syaikh As-Sa’di rahimahullah menjelaskan, “Tindakan mereka itu (mendiamkan kemungkaran) menunjukkan bahwa mereka meremehkan perintah Allah, dan kemaksiatan mereka anggap sebagai perkara yang sepele. Seandainya di dalam diri mereka terdapat pengagungan terhadap Rabb mereka niscaya mereka akan merasa cemburu karena larangan-larangan Allah dilanggar dan mereka pasti akan marah karena mengikuti kemurkaan-Nya…” (Taisir Al-Karim Ar-Rahman, hal. 241)

Di antara dampak mendiamkan kemungkaran adalah kemungkaran tersebut semakin menjadi-jadi dan bertambah merajalela. Syaikh As-Sa’di telah memaparkan akibat buruk ini, “Sesungguhnya hal itu (mendiamkan kemungkaran) menyebabkan para pelaku kemaksiatan dan kefasikan menjadi semakin lancang dalam memperbanyak perbuatan kemaksiatan tatkala perbuatan mereka tidak dicegah oleh orang lain, sehingga keburukannya semakin menjadi-jadi. Musibah diniyah dan duniawiyah yang timbul pun semakin besar karenanya. Hal itu membuat mereka (pelaku maksiat) memiliki kekuatan dan ketenaran. Kemudian yang terjadi setelah itu adalah semakin lemahnya daya yang dimiliki oleh ahlul khair (orang baik-baik) dalam melawan ahlusy syarr (orang-orang jelek), sampai-sampai suatu keadaan di mana mereka tidak sanggup lagi mengingkari apa yang dahulu pernah mereka ingkari.” (Taisir Al-Karim Ar-Rahman, hal. 241)

[6] Orang yang berdakwah adalah yang akan mendapatkan pertolongan Allah

Allah berfirman (yang artinya), “Dan sungguh Allah benar-benar akan menolong orang yang membela (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa. Mereka itu adalah orang-orang yang apabila kami berikan keteguhan di atas muka bumi ini, mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, memerintahkan yang ma’ruf dan melarang dari yang mungkar. Dan milik Allah lah akhir dari segala urusan.” (Qs. Al-Hajj: 40-41)

Ayat yang mulia ini juga menunjukkan bahwa barangsiapa yang mengaku membela agama Allah namun tidak memiliki ciri-ciri seperti yang disebutkan (mendirikan shalat, menunaikan zakat, memerintahkan yang ma’ruf dan melarang yang mungkar) maka dia adalah pendusta (lihat Taisir Al-Karim Ar-Rahman, hal. 540).

[7] Dakwah, bakti anak kepada sang bapak

Allah ta’ala mengisahkan nasihat indah dari seorang bapak teladan yaitu Luqman kepada anaknya. Luqman mengatakan (yang artinya), “Hai anakku, dirikanlah shalat, perintahkanlah yang ma’ruf dan cegahlah dari yang mungkar, dan bersabarlah atas musibah yang menimpamu. Sesungguhnya hal itu termasuk perkara yang diwajibkan (oleh Allah).” (Qs. Luqman: 17)

Allah juga menceritakan dakwah Nabi Ibrahim kepada bapaknya. Allah berfirman (yang artinya), “Ceritakanlah (hai Muhammad) kisah Ibrahim yang terdapat di dalam Al-Kitab (Al-Qur’an). Sesungguhnya dia adalah seorang yang jujur lagi seorang nabi. Ingatlah ketika dia berkata kepada bapaknya; Wahai ayahku. Mengapa engkau menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat dan tidak bisa mencukupi dirimu sama sekali? Wahai ayahku. Sesungguhnya telah datang kepadaku sebahagian ilmu yang tidak datang kepadamu, maka ikutilah aku niscaya akan kutunjukkan kepadamu jalan yang lurus. Wahai ayahku. Janganlah menyembah syaitan, sesungguhnya syaitan itu selalu durhaka kepada Dzat Yang Maha Penyayang.” (Qs. Maryam: 41-44)

[8] Dakwah, alasan bagi hamba di hadapan Rabbnya

Allah berfirman (yang artinya), “Dan ingatlah ketika suatu kaum di antara mereka berkata, ‘Mengapa kalian tetap menasihati suatu kaum yang akan Allah binasakan atau Allah akan mengazab mereka dengan siksaan yang amat keras?’ Maka mereka menjawab, ‘Agar ini menjadi alasan bagi kami di hadapan Rabb kalian dan semoga saja mereka mau kembali bertakwa’.” (Qs. Al-A’raaf: 164)

Syaikh As-Sa’di rahimahullah mengatakan, “Inilah maksud paling utama dari pengingkaran terhadap kemungkaran; yaitu agar menjadi alasan untuk menyelamatkan diri (di hadapan Allah), serta demi menegakkan hujjah kepada orang yang diperintah dan dilarang dengan harapan semoga Allah berkenan memberikan petunjuk kepadanya sehingga dengan begitu dia akan mau melaksanakan tuntutan perintah atau larangan itu.” (Taisir Al-Karim Ar-Rahman, hal. 307)

Allah berfirman (yang artinya), “Para rasul yang kami utus sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan itu, agar tidak ada lagi alasan bagi manusia untuk mengelak setelah diutusnya para rasul. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Qs. An-Nisaa’: 165).

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhutbah di hadapan para sahabat pada hari raya kurban. Beliau berkata, “Wahai umat manusia, hari apakah ini?” Mereka menjawab, “Hari yang disucikan.” Lalu beliau bertanya, “Negeri apakah ini?” Mereka menjawab, “Negeri yang disucikan.” Lalu beliau bertanya, “Bulan apakah ini?” Mereka menjawab, “Bulan yang disucikan.” Lalu beliau berkata, “Sesungguhnya darah, harta, dan kehormatan kalian adalah disucikan tak boleh dirampas dari kalian, sebagaimana sucinya hari ini, di negeri (yang suci) ini, di bulan (yang suci) ini.” Beliau mengucapkannya berulang-ulang kemudian mengangkat kepalanya seraya mengucapkan, “Ya Allah, bukankah aku sudah menyampaikannya? Ya Allah, bukankah aku telah menyampaikannya?”… (HR. Bukhari dalam Kitab Al-Hajj, bab Al-Khutbah ayyama Mina. Hadits no. 1739)

Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah menerangkan, “Sesungguhnya beliau mengucapkan perkataan semacam itu (Ya Allah bukankah aku sudah menyampaikannya) disebabkan kewajiban yang dibebankan kepada beliau adalah sekedar menyampaikan. Maka beliau pun mempersaksikan kepada Allah bahwa dirinya telah menunaikan kewajiban yang Allah bebankan untuk beliau kerjakan.” (Fath Al-Bari, jilid 3 hal. 652).

[9] Dakwah tali pemersatu umat

Setelah menyebutkan kewajiban untuk berdakwah atas umat ini, Allah melarang mereka dari perpecahan, “Dan janganlah kalian seperti orang-orang yang berpecah belah dan berselisih setelah keterangan-keterangan datang kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang berhak menerima siksaan yang sangat besar.” (Qs. Ali-’Imran: 105)

Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah mengatakan, “Kalaulah bukan karena amar ma’ruf dan nahi mungkar niscaya umat manusia (kaum muslimin) akan berpecah belah menjadi bergolong-golongan, tercerai-berai tak karuan dan setiap golongan merasa bangga dengan apa yang mereka miliki…” (Majalis Syahri Ramadhan, hal. 102)

***

Penulis: Abu Mushlih Ari Wahyudi
Artikel abu0mushlih.wordpress.com, dipublikasi ulang oleh muslim.or.id

pesonamu

Email This BlogThis! Share to Facebook


awan hitam ...

berarak-arak melaju
turut menyumbangkan senyum sinis menyeringai
kabut tebal ...
dikau santai tanpa permisi
menghalangi jalan si surya
tuk berbagi senyum denganku di sepagi tadi
kalian ...
bisa jadi bermaksud baik
mencoba berempati
memberi penguatan langkah-langkah kecil ini
yang sempat terseok di enam tepi ujung perjalanan
dengan memberi ...
keteduhan sejenak
tuk biarkanku rehat sementara ...
kalian ...
bila kalian sadari ...
sebenarnya buan itu yang ku mau ..
meski kalian juga wujud keelokan ciptaan - Nya
namun,
inginku ...
Rabbana, biarkanku tetap
bersinggungan dengan sinar Surya
yang kan selalu menyulut aliran denyut nadi
membakar kalori jasadiah
memompa laju darah
meniupkan nyala lilin jiwa
menjadi obor yang tak kan pandai padam
Pesona cantik-Mu .....
Posted in: pesonamu
Asas manfaat dalam kehidupan

Email This BlogThis! Share to Facebook

asas manfaat dalam kehidupan

Bismilahirahmanirahim
terkadang miris ketika mendengar kata di manfaatkan, padahal sebetulnya hidup kita adalah azan manfaat.

"khairunnas anfauhum linnas"
sebaik baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya, adalah konsep islam yang sangat bermakna dalam kehidupan
sahabat ...
kita bekerja dan dibayar, saya yakin bayaran itu sesuai dengan manfaat kita dimana kita bekerja.
jikalau kita memang tidak sepadan dengan apa yang kita berikan, sebaiknya mencari yang lebih sepadan atau beryukurlah.
"sesungguhnya jika kita bersyukur maka pasti Allah SWT akan menambah rizkimu"
janji allah tidak akan bohong, itu adalah sebuah kepastian

azas manfaat bukan hanya asal bilang, akan tetapi adalah hak fitrah manusia.
kita memberikan shadaqah kepada mahluk mudah mudahan manfaat shadaqah itu menjadi pahala dan investasi kita di akhirat nanti.
kita berjualan agar kita mengambil manfaat selisih dari jual beli tersebut.
kita menikah berarti kita mengambil manfaat dari pasangan kita, baik kasih sayang, status atau lain sebagainya

sahabat ...

apa yang kita dapatkan dari hasil sebuah manfaat akan berbanding lurus dengan apa yang kita berikan
seorang manager diberikan upah lebih besar karena dia memberikan manfaat yang besar pula di perusahaan
seorang ulama terkenal dan di hormati di masyarakat karena dia memberikan kehidupannya untuk kemaslahatan ummah
seorang buruh dibayar akan sesuai pula dengan apa yang dia sumbangkan.

sahabat .....
perbanyaklah memberi manfaat kepada mahluk mahluk Allah
sandarkanlah segala sesuatu mengharapkan jalan dan ridha Allah
insya allah engkau akan mendapatkan
kebahagiaan dunia dan akhirat
insya Allah
Posted in: asas manfaat dalam kehidupan

TERSENTAKNYA HATI, DAHSYATNYA PERINGATAN

Email This BlogThis! Share to Facebook

TERSENTAKNYA HATI, DAHSYATNYA PERINGATAN
Oleh Bulan Cahaya

Banyak yang tidak menyadari betapa PENTINGNYA TOBAT
Banyak juga yang tidak mengerti HAKEKAT TOBAT
Bila itu saja mereka tidak tahu,
Mungkinkah mereka bisa bertobat dengan ilmu dan amal?
Atau menjadikannya Solusi hidup?
Padahal setiap kali Allah mencurahkan kasih sayang-Nya
Pada orang yang bertobat
Pastilah MEREKA ITU ORANG YANG ISTIMEWA DISISINYA

Siapa saja yang menanam kemuliaan semangat dalam jiwanya
Lalu tumbuh semangat itu
Maka jiwanya akan dijauhkan dari segala kotoran,
Siapa saja yang konsisten dengan tekadnya, lalu ia maju terus
Maka jiwanya akan melompat dari ketidakbahagiaan.

BERSEGERALAH MENUJU ALLAH
BERLARILAH MENINGGALKAN KEMAKSIATAN
Tinggalkan semua dosa, syetan, serta nafsu rendah
Tinggalkan dunia, syahwat, harta benda dan kekuasaan
Yang dapat menyebabkan keburukan
Bebaskan diri dari azab , Kesepian dan keterasingan
"SESUNGGUHNYA JIKA ALLAH MENCINTAI HAMBA-NYA
DIA TUNJUKKAN JALAN MENUJU KEBENARAN "
"SESUNGGUHNYA ALLAH MENJAGA HAMBANYA
YANG MUKMIN DI DUNIA KARENA DIA MENCINTAI-NYA "

Lalu BILA DIRI INI BELUM JUGA TERGERAK UNTUK BERTOBAT
Apakah Allah telah melupakan kita?
Apakah Allah tidak lagi peduli keberadaan kita?
Apakah Allah tidak lagi mencintai kita?
Apakah Allah telah membiarkan kita?
Apakah sudah tertutup tabir antara hamba-Nya dengan Allah?
Dosa-dosa besar dalam hati membentuk tabir itu...
Padahal JALAN MENUJU ALLAH hanya dapat ditempuh dengan hati
Dosa-dosa hati yang tersembunyi memutus jalan menuju Allah
Ampuni hamba-Mu... Ya Rabb...

Ya Rahman... Ya Rahim...
Jangan biarkan diri ini terlelap dalam tidur panjangnya
SINGKAPKAN TABIR INI YA RABB
Ketika diri menganggap remeh dosa yang rutin dilakukan...
ketika diri Menganggap kecil dosa...
Ketika diri merasa senang dengan dosa...
Ketika diri menyepelekan perlindunganmu...
Menginspirasi dosa dan pamer dosa...

Ya Allah apakah hati ini sudah mati?
Ketika diri ini tidak lagi takut berbuat dosa...
Ketika hati tidak lagi tergetar ketika disebut nama-Mu...
Ketika hati dan Diri ini bangga dengan dosa-dosa...
Ketika airmata Tobat tidak lagi menetes di pipi ini...

YA Rabb Ampuni diri ini...
Singkapkan tabir antara hamba dengan-MU Ya Allah
Saat diri ini terjatuh...
Saat diri mengalami kemerosotan Iman...
Saat hati terbolak-balik...
Saat diri masih bisa tertawa ditengah dosa-dosa...

YA Rabb apalagi yang tersisa dari diri ini?...
Apalagi yang bisa dibanggakan ?...
Ketika kaki melangkah dibumi-MU...
Bila Pemilik Bumi ini tidak lagi Ridha...
Jalan yang mana akan kutuju?...

Jangan jadikan diri ini BANGKAI HIDUP
YANG BERJALAN DIBUMI ...
Jangan biarkan hamba-Mu
Jadi PENDUDUK NERAKA YANG BERJALAN DI BUMI
Tanpa tahu arah dan tujuan
UNTUK APA HIDUP DAN ARTI HIDUP ...

YA RABB.... DI BULAN SUCI INI...
Dibulan penuh ampunan ini
Dibulan yang penuh Maghfirah dan barokah....
HAMBA KEMBALI i...
Bersujud dihadapan-MU
Memohon Ampunan-Mu
Memohon kasih sayang-Mu
Memohon perlindungan-Mu dan Ridha-Mu...

Andaikan mungkin Ya Allah
Hamba ingin TERLAHIR KEMBALI ...i
Hamba ingin Engkau Bangga
Menatap hamba-Mu dengan tatapan kasih
Menatap hamba-Mu dengan tatapan sayang dan cinta
Menjadi hamba Yang Engkau banggakan
pada malaikat-malaikat-MU
Agar TIDAK SIA-SIA ENGKAU MENCIPTAKANKU ....

YA ALLAH ...
Dibulan suci ini... RAIHLAH AKU DALAM CINTA-MU
Agar diri ini bertobat...
Kembali ke jalan-MU...
Melangkah di jalan-MU
Bersama orang-orang yang bertaubat...
Bersama orang-orang yang engkau cintai...

'SESUNGGUHNYA ALLAH CEMBURU (membenci)
DAN KECEMBURUAN ALLAH YAITU DENGAN
DATANGNYA SESEORANG MUKMIN
TERHADAP APA YANG DIHARAMKAN OLEH ALLAH KEPADA-NYA.
SESUNGGUHNYA SESEORANG TIDAK AKAN MEMASUKI SURGA
KECUALI DENGAN JIWA YANG SELAMAT (BAIK) . (HR Bukhari- Muslim)

"DIBERI DINDING (PAGAR) NERAKA ITU
DENGAN SYAHWAT (yaitu yang merangsang ke jalan keburukan)
DAN DIBERI DINDING SURGA ITU DENGAN SESUATU YANG DIBENCI
(mis: Malas Melakukan kebaikan)
(HR Bukhari-Muslim)

"BARANGSIAPA YANG DIKEHENDAKI OLEH ALLAH
UNTUK DIBERI KEBAIKAN,
NISCAYA ORANG ITU DIJADIKAN PAHAM AGAMA ISLAM
(HR Bukhari-Muslim)
Posted in: DAHSYATNYA PERINGATAN,TERSENTAKNYA HATI
ALLAH MAHA MENGETAHUI

Email This BlogThis! Share to Facebook

ALLAH MENGETAHUI

Saat kau lelah dan tak berdaya karena usaha yang gagal
Allah tahu betapa gigih engkau telah berusaha
Ketika sekian lama kau menangis dan batinmu menderita
Allah telah menghitung tangismu
Saat kau rasa waktu terus meninggalkanmu
Allah menunggu bersamamu
Ketika kau kesepian
Dan kawanmu terlalu sibuk meski hanya untuk menelpon
Allah berada disisimu

Saat kau telah mencoba semua dan tak tahu harus berbuat apa lagi
Allah memiliki jalan keluarnya
Ketika semuanya tak masuk akal dan engkau bingung atau frustasi
Allah memiliki jawabannya
Saat tiba-tiba hidupmu cerah dan kau temukan secercah harapan
Allah telah berbisik kepadamu
Ketika semuanya berjalan lancar dan banyak yang harus kau syukuri
Allah telah memberkahimu
Saat kegembiraan datang dan engkau merasa terpesona
Allah tersenyum kepadamu
Ketika kau punya cita-cita dan mimpi untuk diwujudkan
Allah telah membuka matamu dan memanggil namamu

Ingatlah, dimanapun engkau dan apapun yang kau hadapi
ALLAH MENGETAHUI !

***

Allah tidak hanya mendengar perkataan dan bersit hati manusia , tetapi juga mengetahui sekecil apapun yang terjadi pada diri manusia.
“DAN SESUNGGUHNYA KAMI TELAH MENCIPTAKAN MANUSIA DAN MENGETAHUI APA YANG DIBISIKKAN OLEH HATINYA. DAN KAMI LEBIH DEKAT KEPADANYA DARIPADA URAT LEHERNYA.”(Qs Qof :16,17)

Sayyid Quthb menjelaskan tentang makna”urat leher” yang terkandung dalam ayat ini. Menurutnya ,urat leher merupakan tempat dimana darah mengalir. Hal ini mengungkapkan, mengilustrasikan dan menggambarkan bahwa ada genggaman dan pengawasan Allah secara lansung kepada manusia. Tatkala menusia merenungkan hakekatnya, niscaya dirinya akan gemetar dan penuh perhitungan. Satu ungkapan ini saja seharusnya sudah cukup bagi manusia untuk menjadikan seluruh hidupnya berada dalam kewaspadaan yang berkesinambungan, kecemasan yang abadi ,dan senantiasa bermuhasabah.

Jadi setiap kesedihan dan kecemasan yang terjadi di dalam diri manusia Allah mengetahui. Tinggal bagaimana cara kita menyikapinya. Ingat kita ini “telanjang” dihadapan Allah, tak ada satupun yang menutupi.

“DAN APABILA HAMBA-HAMBAKU BERTANYA KEPADAMU TENTANG AKU, MAKA BAHWASANYA AKU ADALAH DEKAT. AKU MENGABULKAN PERMOHONAN ORANG YANG BERDOA APABILA IA MEMOHON KEPADAKU, MAKA HENDAKLAH MEREKA ITU MEMENUHI DAN HENDAKLAH MEREKA BERIMAN KEPADAKU , AGAR MEREKA SELALU BERADA DALAM KEBENARAN.”(Qs AL Baqarah:186)
Posted in: ALLAH MAHA MENGETAHUI
Masalah dan hatimu

Email This BlogThis! Share to Facebook

Bismilahirahmanrahim
Terkadang mahluk mengeluh dengan permasalahannya,seolah olah masalah datang tak kunjung henti dan semuanya terasa berat untuk dihadapi.
berusaha menghindari, eh yang tak diduga duga sekalipun malah datang menyambangi,
sahabat hikmah...
allah maha besar dan maha kuasa, menciptakan kehidupan ini demikian uniknya dan lengkap dengan fenomena nya.
masalah sendiri adalah keadaan dimana keadaan yang tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan.
masalah terletak didalam jiwa kita, jiwa kitalah yang menimbang dan mengukur seberapa besar maslah itu.
bagi jiwa yang besar, masalah adalah hal yang biasa yang pasti ada solusi, mereka sudah optimis.
tetapi terkadang kita seperti kehilangan kepercayaan dan merasa panik, yag mengakibatkan kita depresi dahulu sebelum apa apa.
seorang papa mengelus anaknya sambil berkata " anaku, semakin lama engkau hidup, akan semakin banyak persoalan yang datang, tapi masalah bukan untuk menghacurkan
akan tetapi persoalan membawamu tumbuh menjadi dewasa"

Posted in: Masalah dan hatimu
Hidup Hanya sementara


HANYA SEMENTARA...

HANYA SEMENTARA

Setelah khusuk berdoa
Pria tua itu menceritakan masa lalunya

“Dulu aku adalah seorang pemabuk
Dua atau tiga guci tidaklah cukup untukku
Aku juga sering melacur
Dua kali sepekan ku pergi ke lokalisasi
Seorang, dua atau tiga wanita sekaligus kupesan
Oh, betapa bergairahnya saat itu
Dan… dulu aku juga seorang penjudi
Kelihaianku menjadikan aku kaya raya
Semua kuhabiskan ‘tuk berfoya-foya
Oh, betapa nikmatnya dunia ini
Hingga suatu ketika…kuhentikan semuanya...

“ Mengapa Anda berhenti?” tanyaku
“Karena aku KETAGIHAN,” jawabnya dengan mantap
“Apa maksud anda?” Tanya seorang temanku
“Aku benar-benar MENYUKAI semua kesenangan itu
Sehingga AKU INGIN MENIKMATINYA SEPANJANG MASA
Adapun caranya, pernah kubaca dalam sebuah buku tua
Bahwa aku, SEMENTARA WAKTU, di dunia ini saja
HANYA MENGGANTI SEMUA KESENANGAN ITU DENGAN AMAL SHALEH
Dan, PASTI SESENANGAN YANG ABADI KAN KUDAPAT
Kelak di hari kemudian, untuk SELAMA-LAMANYA”

Sambil berdiri dan bersiap melanjutkan perjalanan,
Pria tua itu berkata:”Adakalanya…
LEMBAH MAKSIAT merupakan JALAN dan PROSES menuju KESALEHAN
Namun TIDAK PERLU dan JANGAN MENCOBA melaluinya
Untuk menjadi orang yang shaleh!”

***
Seorang bertanya kepada Rabi’ah Al-Adawiyah, “Aku telah sering berbuat dosa dan menjadi semakin tidak taat. Tetapi apabila aku bertobat, akankah Allah mengampuninya?”
Rabiah menjawab : “Tidak, tetapi Dia MENGAMPUNIMU, maka ENGKAU AKAN BERTOBAT.”

Allah SWT menyukai hambanya yang bertaubat;
“HAI ORANG-ORANG YANG BERIMAN , BERTAUBATLAH KEPADA ALLAH DENGAN TAUBAT YANG SEMURNI-MURNINYA. MUDAH-MUDAHAN TUHAN KAMU AKAN MENGHAPUS KESALAHAN-KESALAHANMU DAN MEMASUKKAN KAMU KEDALAM SURGA YANG MENGALIR DIBAWAHNYA SUNGAI-SUNGAI. PADA HARI KETIKA ALLAH TIDAK MENGHINAKAN NABI-NABI DAN ORANG-ORANG YANG BERIMAN BERSAMA DENGAN DIA..SEDANG CAHAYA MEREKA MEMANCAR DI HADAPAN DAN DISEBELAH KANAN MEREKA, SAMBIL MEREKA MENGATAKAN ,YA TUHAN KAMI, SEMPURNAKANLAH BAGI KAMI CAHAYA KAMI DAN AMPUNILAH KAMI. SESUNGGUHNYA ENGKAU MAHA KUASA ATAS SEGALA SESUATU (Qs At-tahrim:8)

Taubat adalah kembalinya seorang hamba kepada Allah seraya berpaling dari jalan orang-orang yang dimurkai dan orang-orang yang sesat.
Syarat taubat:
-Menyesali perbuatannya
-Menjauhkan diri dari perbuatan dosa
-Tekad untuk tidak mengulangi perbuatan dosa

Ciri-ciri taubat yang diterima :
-Setelah melakukan taubat, ia menjadi lebih baik dari sebelumnya
-Takut akan azab Allah
-Menyesali perbuatannya dan tidak mengulangi lagi

Posted in: Hidup Hanya sementara
Penyakit hati


HATI adalah TEMPAT BERTANYA dan BELAJAR.
HATI adalah CERMIN.
Apa yang kita lakukan terus-menerus akan berpengaruh dan
berbekas pada hati.
Hal-hal TERPUJI Akan Membuat Hati MENGKILAP dan CEMERLANG.

Sementara hal-hal TERCELA Akan Membentuk ASAP HITAM KELAM
yang MENUMPUK Sedikit Demi Sedikit dan Membuat Hati MENJADI GELAP-GULITA.
Lama-lama hati yang Gelap Akan MENEBAL dan TERKUNCI.
Ini MENGHALANGI Kita MELIHAT KEBENARAN.
Karena itu Kita Perlu MEMBERSIHKAN HATI Kita dari Benih-benih PENYAKIT HATI.

Ada tiga penyakit yang paling sering menghinggapi hati kita.
Ini juga adalah tiga dosa paling awal sejak keberadaan manusia.

Pertama,
SOMBONG dan AROGAN.
Ini adalah Penyakit IBLIS yang Menolak Ketika Diperintahkan Bersujud pada Adam.
''Ia diciptakan dari tanah, sedangkan aku dari Api,'' ujar Iblis.
Ini Sikap RASIALIS seperti yang ditunjukkan oleh Hitler maupun
rezim Apharteid di Afrika Selatan.

TANPA SADAR kita pun Sering MERASA LEBIH MULIA dari Orang Lain
semata-mata karena faktor SARA.
Penyakit SOMBONG Sering MUNCUL dalam Bentuk MERASA LEBIH PENTING,
LEBIH TAHU, LEBIH BENAR dan LEBIH TAAT dari orang lain.
PERASAAN PALIN TAHU dan PALING BENAR MEMBUAT KITA MENUTUP TELINGA.
Kita TAK MERASA PERLU MENDENGARKAN ORANG LAIN.
Kita Justru Sibuk MEMAKSAKAN "AGENDA" Kita pada Orang Lain.

Akar dari sombong adalah
KEBIASAAN MEMBANDING-BANDINGKAN DIRI KITA (comparing) dengan Orang Lain.
Membanding-bandingkan Akan Membuat Kita TEROMBANG-AMBING.
Kita MERASA SUPER kalau Berhadapan dengan Orang yang Ada di Bawah Kita,
tapi Ironisnya kita akan Merasa Rendah Diri di Saat yang Sebaliknya.

Padahal satu-satunya Perbandingan yang Baik adalah
Membandingkan Diri Anda terhadap Potensi Anda Sendiri.

Kedua,
SERAKAH.
Ini penyakit Adam yang Tetap Memakan Pohon yang DILARANG TUHAN.
Padahal ada berjuta-juta pohon yang disediakan dan
HANYA Satu Pohon itu Yang Dilarang.

Akar serakah adalah scarcity mentality (mentalitas kelangkaan),
yaitu perasaan bahwa segala sesuatu sangat terbatas,
sehingga berprinsip 'Saya akan mengambil bagian saya dulu sebelum kehabisan.'

Orang SERAKAH Menganggap Dunia seperti Sepotong Kue.
''Kalau Anda mendapatkan Potongan BESAR,
sisanya Tinggal Sedikit untuk Saya.''
Karena itu,
Saya akan MENGAMBILNYA DULU.
Semua Persoalan yang kita hadapi di negara ini, baik KKN,
Upah Minimum yang Tak Cukup untuk Hidup Layak atau
Persoalan Tarik-Ulur,
sebenarnya BERAKAR dari KESERAKAHAN,
yaitu Keinginan Menguasai dan Tiadanya Keinginan
untuk Berbagi dengan Pihak Lain.

Ketiga,
penyakit IRI dan DENGKI.
Ini penyakitnya Qabil yang merasa iri terhadap Habil yang
mendapatkan istri lebih cantik.
Akar Penyakit ini adalah
Kecenderungan kita Untuk Selalu Bersaing (competing) dengan orang lain.
Kita Memandang Dunia sebagai Medan Pertempuran.

Kita MEMANDANG Setiap Orang sebagai PESAING Kita.
Karena itu Kita BERJUANG MENGALAHKAN Mereka.
Kita INGIN LEBIH PANDAI, LEBIH HEBAT dan LEBIH POPULER.
Kita BERDUKA Melihat Orang Lain SUKSES.
Kita SEDIH Melihat Kawan Naik Pangkat.
Kita PUSING Melihat Tetangga Membeli Mobil Baru.
Orang yang berMENTAL seperti ini Tak Peduli dengan Prestasinya Sendiri.
Yang Penting,
ia LEBIH TINGGI Dari Orang Lain.

Bangsa kita bisa jadi dipenuhi manusia-manusia yang mengidap penyakit ini.
Ada yang menyingkatnya dengan AIDS (Arogan, Iri, Dengki, Serakah).
Itu Sebabnya MASALAH Kita Tak Kunjung Usai.

Tapi Daripada Melihat Orang Lain,
MARILAH KITA MELIHAT DIRI KITA SENDIRI.
Karena,
BUKAN MUSTAHIL Kita pun "TERINFEKSI'' Penyakit AIDS ini.

Jangan Lupa,
KEPEMIMPINAN SELALU DIMULAI DARI DIRI SENDIRI.
Karena itu,
Mulai lah Melakukan Perjalanan Ke Dalam.
Yaitu,
MENYELAMI HATI KITA MASING-MASING dan
MENDETEKSI Adanya BENIH-BENIH AIDS ini Dalam Hati Kita.

AWALNYA PASTI SULIT.
seorang filsuf pernah berkata-kata,
''PERJALANAN YANG PALING PANJANG dan
PALING MELELAHKAN ADALAH PERJALANAN MASUK KE DALAM DIRI KITA SENDIRI.''
Posted in: Penyakit hati

Allah berfirman,

وَمَاخَلَقْتُ الجِنَّ وَ الإِنْسَ إِلاَّلِيَعْبُدُوْنِ

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (Qs. Adz-Dzaariyat: 56)

Allah telah menciptakan manusia dalam jenis perempuan dan laki-laki dengan memiliki kewajiban yang sama, yaitu untuk beribadah kepada Allah. Dia telah menempatkan pria dan wanita pada kedudukannya masing-masing sesuai dengan kodratnya. Dalam beberapa hal, sebagian mereka tidak boleh dan tidak bisa menggantikan yang lain.

Keduanya memiliki kedudukan yang sama. Dalam peribadatan, secara umum mereka memiliki hak dan kewajiban yang tidak berbeda. Hanya dalam masalah-masalah tertentu, memang ada perbedaan. Hal itu Allah sesuaikan dengan naluri, tabiat, dan kondisi masing-masing.

Allah mentakdirkan bahwa laki-laki tidaklah sama dengan perempuan, baik dalam bentuk penciptaan, postur tubuh, dan susunan anggota badan.

Allah berfirman,

وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالأنْثَى

“Dan laki-laki itu tidaklah sama dengan perempuan.” (Qs. Ali Imran: 36)1_672417849l

Karena perbedaan ini, maka Allah mengkhususkan beberapa hukum syar’i bagi kaum laki-laki dan perempuan sesuai dengan bentuk dasar, keahlian dan kemampuannya masing-masing. Allah memberikan hukum-hukum yang menjadi keistimewaan bagi kaum laki-laki, diantaranya bahwa laki-laki adalah pemimpin bagi kaum perempuan, kenabian dan kerasulan hanya diberikan kepada kaum laki-laki dan bukan kepada perempuan, laki-laki mendapatkan dua kali lipat dari bagian perempuan dalam hal warisan, dan lain-lain. Sebaliknya, Islam telah memuliakan wanita dengan memerintahkan wanita untuk tetap tinggal dalam rumahnya, serta merawat suami dan anak-anaknya.

Mujahid meriwayatkan bahwa Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha berkata: “Wahai Rasulullah, mengapa kaum laki-laki bisa pergi ke medan perang sedang kami tidak, dan kamipun hanya mendapatkan warisan setengah bagian laki-laki?” Maka turunlah ayat yang artinya, “Dan janganlah kamu iri terhadap apa yang dikaruniakan Allah…” (Qs. An-Nisaa’: 32)” (Diriwayatkan oleh Ath-Thabari, Imam Ahmad, Al-Hakim, dan lain sebagainya)

Saudariku, maka hendaklah kita mengimani apa yang Allah takdirkan, bahwa laki-laki dan perempuan berbeda. Yakinlah, di balik perbedaan ini ada hikmah yang sangat besar, karena Allah adalah Dzat Yang Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Mari Menjaga Kehormatan Dengan Berhijab

Berhijab merupakan kewajiban yang harus ditunaikan bagi setiap wanita muslimah. Hijab merupakan salah satu bentuk pemuliaan terhadap wanita yang telah disyariatkan dalam Islam. Dalam mengenakan hijab syar’i haruslah menutupi seluruh tubuh dan menutupi seluruh perhiasan yang dikenakan dari pandangan laki-laki yang bukan mahram. Hal ini sebagaimana tercantum dalam firman Allah Ta’ala:

وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ

“dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya.” (Qs. An-Nuur: 31)

Mengenakan hijab syar’i merupakan amalan yang dilakukan oleh wanita-wanita mukminah dari kalangan sahabiah dan generasi setelahnya. Merupakan keharusan bagi wanita-wanita sekarang yang menisbatkan diri pada islam untuk meneladani jejak wanita-wanita muslimah pendahulu meraka dalam berbagai aspek kehidupan, salah satunya adalah dalam masalah berhijab. Hijab merupakan cermin kesucian diri, kemuliaan yang berhiaskan malu dan kecemburuan (ghirah). Ironisnya, banyak wanita sekarang yang menisbatkan diri pada islam keluar di jalan-jalan dan tempat-tempat umum tanpa mengenakan hijab, tetapi malah bersolek dan bertabaruj tanpa rasa malu. Sampai-sampai sulit dibedakan mana wanita muslim dan mana wanita kafir, sekalipun ada yang memakai kerudung, akan tetapi kerudung tersebut tak ubahnya hanyalah seperti hiasan penutup kepala.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata:

“Semoga Alloh merahmati para wanita generasi pertama yang berhijrah, ketika turun ayat:

“dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung kedadanya,” (Qs. An-Nuur: 31)

“Maka mereka segera merobek kain panjang/baju mantel mereka untuk kemudian menggunakannya sebagai khimar penutup tubuh bagian atas mereka.”

Subhanallah… jauh sekali keadaan wanita di zaman ini dengan keadaan wanita zaman sahabiah.

Sebagaimana dijelaskan sebelumnya bahwa hijab merupakan kewajiban atas diri seorang muslimah dan meninggalkannya menyebabkan dosa yang membinasakan dan mendatangkan dosa-dosa yang lainnya. Sebagai bentuk ketaatan kepada Allah dan rasul-Nya hendaknya wanita mukminah bersegera melaksanakan perintah Alloh yang satu ini.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: “Dan tidaklah patut bagi mukmin dan tidak (pula) bagi mukminah, apabila Allah dan rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, kemudian mereka mempunyai pilihan (yang lain) tentang urusan mereka, dan barangsiapa mendurhakai Allah dan rasul-Nya. Maka sungguhlah dia telah sesat, dengan kesesatan yang nyata.” (Qs. Al-Ahzab: 36)

Mengenakan hijab syar’i mempunyai banyak keutamaan, diantaranya:

Menjaga kehormatan.
Membersihkan hati.
Melahirkan akhlaq yang mulia.
Tanda kesucian.
Menjaga rasa malu.
Mencegah dari keinginan dan hasrat syaithoniah.



Kembalilah ke Rumahmu

وَقَرْنَ فِيْ بُيُوْتِكُنَّ

“Dan hendaklah kamu tetap berada di rumahmu.” (Qs. Al-Ahzab: 33)

Islam telah memuliakan kaum wanita dengan memerintahkan mereka untuk tetap tinggal dalam rumahnya. Ini merupakan ketentuan yang telah Allah syari’atkan. Oleh karena itu, Allah membebaskan kaum wanita dari beberapa kewajiban syari’at yang di lain sisi diwajibkan kepada kaum laki-laki, diantaranya:

Digugurkan baginya kewajiban menghadiri shalat jum’at dan shalat jama’ah.
Kewajiban menunaikan ibadah haji bagi wanita disyaratkan dengan mahram yang menyertainya.
Wanita tidak berkewajiban berjihad.

Sedangkan keluarnya mereka dari rumah adalah rukhshah (keringanan) yang diberikan karena kebutuhan dan darurat. Maka, hendaklah wanita muslimah tidak sering-sering keluar rumah, apalagi dengan berhias atau memakai wangi-wangian sebagaimana halnya kebiasaan wanita-wanita jahiliyah.

Perintah untuk tetap berada di rumah merupakan hijab bagi kaum wanita dari menampakkan diri di hadapan laki-laki yang bukan mahram dan dari ihtilat. Apabila wanita menampakkan diri di hadapan laki-laki yang bukan mahram maka ia wajib mengenakan hijab yang menutupi seluruh tubuh dan perhiasannya. Dengan menjaga hal ini, maka akan terwujud berbagai tujuan syari’at, yaitu:

Terpeliharanya apa yang menjadi tuntunan fitrah dan kondisi manusia berupa pembagian yang adil diantara hamba-hamba-Nya yaitu kaum wanita memegang urusan rumah tangga sedangkan laki-laki menangani pekerjaan di luar rumah.
Terpeliharanya tujuan syari’at bahwa masyarakat islami adalah masyarakat yang tidak bercampur baur. Kaum wanita memiliki komunitas khusus yaitu di dalam rumah sedang kaum laki-laki memiliki komunitas tersendiri, yaitu di luar rumah.
Memfokuskan kaum wanita untuk melaksanakan kewajibannya dalam rumah tangga dan mendidik generasi mendatang.

Islam adalah agama fitrah, dimana kemaslahatan umum seiring dengan fitrah manusia dan kebahagiaannya. Jadi, Islam tidak memperbolehkan bagi kaum wanita untuk bekerja kecuali sesuai dengan fitrah, tabiat, dan sifat kewanitaannya. Sebab, seorang perempuan adalah seorang istri yang mengemban tugas mengandung, melahirkan, menyusui, mengurus rumah, merawat anak, mendidik generasi umat di madrasah mereka yang pertama, yaitu: ‘Rumah’.

W Allahu A’lam.

Referensi:
Menjaga Kehormatan Muslimah, Syaikh Bakar Abu Zaid.

***

Artikel www.muslimah.or.id


Kata-Kata Hikmah




Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, seseorang tidak beriman hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.

Nabi Muhammad SAW

Jauhilah dengki, karena dengki memakan amal kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.

Nabi Muhammad SAW

Yang terbaik di antara kalian adalah mereka yang berakhlak paling mulia.

Nabi Muhammad SAW

Allah tidak melihat bentuk rupa dan harta benda kalian, tapi Dia melihat hati dan amal kalian.

Nabi Muhammad SAW

Kecintaan kepada Allah melingkupi hati, kecintaan ini membimbing hati dan bahkan merambah ke segala hal.

Imam Al Ghazali

Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu belajarlah untuk tenang dan sabar.

Khalifah ‘Umar

Setiap orang di dunia ini adalah seorang tamu, dan uangnya adalah pinjaman. Tamu itu pastilah akan pergi, cepat atau lambat, dan pinjaman itu haruslah dikembalikan.

Ibnu Mas’ud

Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak.

Khalifah ‘Ali

Sabar memiliki dua sisi, sisi yang satu adalah sabar, sisi yang lain adalah bersyukur kepada Allah.

Ibnu Mas’ud

Takutlah kamu akan perbuatan dosa di saat sendirian, di saat inilah saksimu adalah juga hakimmu.

Khalifah ‘Ali

Orang yang paling aku sukai adalah dia yang menunjukkan kesalahanku.

Khalifah ‘Umar

Niat adalah ukuran dalam menilai benarnya suatu perbuatan, oleh karenanya, ketika niatnya benar, maka perbuatan itu benar, dan jika niatnya buruk, maka perbuatan itu buruk.

Imam An Nawawi

Aku mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Aku merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Aku mencari segala bentuk rezki, tapi tidak menemukan rezki yang lebih baik daripada sabar.

Khalifah ‘Umar

Dia yang menciptakan mata nyamuk adalah Dzat yang menciptakan matahari.

Bediuzzaman Said Nursi

Penderitaan jiwa mengarahkan keburukan. Putus asa adalah sumber kesesatan; dan kegelapan hati, pangkal penderitaan jiwa.

Bediuzzaman Said Nursi

Kebersamaan dalam suatu masyarakat menghasilkan ketenangan dalam segala kegiatan masyarakat itu, sedangkan saling bermusuhan menyebabkan seluruh kegiatan itu mandeg.

Bediuzzaman Said Nursi

Menghidupkan kembali agama berarti menghidupkan suatu bangsa. Hidupnya agama berarti cahaya kehidupan.

Bediuzzaman Said Nursi

Seseorang yang melihat kebaikan dalam berbagai hal berarti memiliki pikiran yang baik. Dan seseoran yang memiliki pikiran yang baik mendapatkan kenikmatan dari hidup.

Bediuzzaman Said Nursi